"Ungrateful bitch."

Draft

"Aku ingin menjadi gadis kecil itu," ujarnya sambil menunjuk gadis kecil dengan rambutnya yang kecoklatan di tepian rel kereta api. "Yang tak tau apa arti langit kelabu, juga hujan. Yang tak mengerti apa itu rindu tak bertuan."

Aku hanya menjawabnya dengan satu tarikan nafas yang dalam. Kemudian kereta melintas di hadapan kami, menghalangi pandangan kami dari gadis kecil itu.

"Dia akan tau ketika waktunya sudah tepat," jawabku.

"Pernakah kau berpikir bahwa orang-orang sebenarnya juga memiliki masalah yang sama dengan kita? Memang tak persis, tapi mirip. Di penghujung malam, mereka juga akan berpikir mengenai kejadian-kejadian yang telah mereka alami juga mengenai masa depan yang masih tak jelas. Mereka memiliki kekhawatiran yang sama. Mereka juga harus memilih pilihan yang disediakan oleh kehidupan. Mereka harus melepas sesuatu agar mendapatkan sesuatu. Hidup mereka juga penuh pengorbanan. Tak hanya kita." Dia kemudian menarik nafasnya dalam, meneguk kopinya, dan kembali melanjutkan, "Tanpa kita sadari, kita tidaklah sendirian. Semua orang menghadapi masalah yang mirip. Dan hanya orang-orang yang berani berkorbanlah yang akan mendapatkan sesuatu yang terbaik. Hanya orang-orang yang berani menghadapi masalahlah yang akhirnya tau apa arti hidup. Sebab dengan begitu mereka mendapat pelajaran. Dan lagi pula, memangnya hidup untuk apa?"

Dia mengalihkan pandangannya yang dari kereta yang melintas untuk menatapku. Aku masih belum tahu jawabannya. Selama ini aku belum pernah terpikir akan hal itu. Hidup ini untuk apa?

"Bagiku untuk belajar. Belajar akan banyak hal," dia melanjutkan. Setelah itu, keheninganlah yang mengusai kami. Yang terdengar hanyalah suara rintik hujan yang perlahan nampak mereda.

"Gadis kecil itu akan mengalaminya juga," aku berkata.

"Ya. Dan aku ingin tau apa yang akan dilakukannya. Menurutmu dia akan lari atau menghadapinya?"

Inilah kebiasaannya. Ia suka menilai orang secara acak—dalam artian yang positif.

Aku mengangkat bahuku asal, “tak tau.. Menurutmu?”

"Mungkin dia akan menghadapinya. Sebab menurutku, dia memiliki banyak orang yang akan memotivasinya. Ketika dia jatuh, orang tuanya, dia mungkin juga memiliki adik perempuan yang sama manisnya, mereka akan membuatnya bangkit."

"Dia akan belajar banyak mengenai apa itu kehidupan kalau begitu."

E.L.Fs AROUND THE WORLD! PLEASE READ! PLEASE!

ihanchul:

(1ST PICTURE)

image

(2ND PICTURE)

image

(3RD PICTURE)

image

*speechless* *crying*

600mm:

do you guys ever wonder what your bias smells like o mg

(Source: yung-jin)